PROCESSING SEISMIK PART 1 BY OVITRA ASTIANA. Pre-Processing.

1 PROCESSING SEISMIK PART 1 BY OVITRA ASTIANA ...
Author: OVITRA ASTIANA
0 downloads 2 Views

1 PROCESSING SEISMIK PART 1 BY OVITRA ASTIANA

2 Pre-Processing

3 a.Tipe/format data SEG-Y or SEG-D sosiety ekspleration geophysic SEG-D = keperluan perkaman SEG-Y = interpretasi Processing = input SEG-D, output SEG-Y b.Informasi utama Sample amplitude/ sinyal Nomor record = nmor line (FFID)/ FIELD FILE ID IDENTIFICATION Nmor channer = berhubungandengan geophone dan source RL = record length (waktu perkaman dalam setiap tembahkan) Multiplex foermat = squentil proses pengubahan demutiflex SR (sample rate) = cara pembacaan data dari channel (gheiphone) SH (Shot point) 1.Data record 3.Geometri a)Berdasarkan konfigurasi bentangan kabel b)Arah gerak perekaman c)Posisi relatif penerima terhadap titik tembak d)Berdasarkan raypath. source position receiver position xyxy 2.Position (Koordinat (shoot + receiver) bntuk table lokal koordinat

4 KONFIGURASI BENTANGAN KABEL Dalam perekaman data seismik ada beberapa macam bentangan diantaranya adalah: a)OFF END SPREAD Pada jenis ini posisi titik tembak atau shot point (SP) berada pada salah satu ujung (kiri dan kanan) dari bentangan.Pada bentangan ini SP ditempatkan ditengan antara dua bentagan. b)SPLIT SPREAD Bila jumlah trace sebelah kiri dan kanan sama, maka disebut Symitrical Split Spread. Bila tidak sama disebut Asymitrical Split Spread. c)ALTERNATING SPREAD Pada model ini shot point berada pada kedua ujung bentangan dan penembakan dilakukan secara bergantian untuk setiap perubahan coverage ARAH GERAK PEREKAMAN / PENEMBAKAN Ditinjau dari arah gerak perekaman, maka geometri penembakan dapat dibedakan dalam dua jenis gerakan a)pushing cable (SP seolah-olah mendorong kabel) dan b)puiling cable (SP seolah-olah menarik kabel). \ GEOMETRI

5 GEOMETRI RAYPATH Berdasarkan raypath (sinar gelombang) geometri penembakan dapat dibagi dalam 4 jenis yaitu: a)Common Source Point (CSP) Yaitu sinyal direkam oleh setiap trece yang dating dari satu titik tembak yang sama. b)Common Depth Point (CDP) Yaitu sinyal yang dipantulkan dari satu titik reflector direkam oleh sekelompok receiver yang berbeda. c)Common Receiver Point (CRP) Yaitu satu trace merekam sinyal-sinyal dari setiap titik tembak yang ada. d)Common Offset (CO) Yaitu sinyal setiap titik reflector masing-masing derekam oleh satu trace dengan offset yang sama. POSISI RECEIVER TERHADAP TITIK TEMBAK Dari hubungan antara posisi relatif receiver terhadap titik tembak (shot point) dalam suatu bentangan geophone, maka geometri penembakan dapat dibedakan atas dua jenis yaitu: Direct shot dan Reverse shot GEOMETRI

6 Processing

7 Membuat window kerja baru

8 Open program promax pada Linux select  area  line  flow di area  add, kemudian tulis BLKP3 (ops) di line  add, kemudian tulis Volume (ops) dalam window flow  Read_SegY  Seg-Y input

9 Keik menu exit yng ada diskitar add  exit  save change first Flow  produc  3D Mengubah dari 2D k3 3D

10 Mengimput data lapangan hasil pengukran seismic refleksi dalam format SEG-D

11 Dalam flow “read_segY” Caranya dengan mengarahkan kursor kearah menu kotak merah sebelah kanan kemudian ketik key word yng ingin dinput, kemuadian scrol, klik menu yng ingin dinput Bagian penting dari SEG-Y input Tambahkan menu lainnya, yaitu SEG_Y input dan 2 menu lainnya Raw_sp adalah nama file yng akan digunakan untuk menyimpan data 1200

12 Klik yes pada menu Remap SEG-Y header value Kemudian ganti infomasi file dengan mengklik informasi tersebut dengan informasi srf_sloc,,41,,171 (ganti 237 dengan 171) tanda koma (,) senyak 4 menandakan bit. Informasi 171 dapat dilihat di SEG_Y input setelah di execute, than view (receiver) Menambah output SRF_SLOC Tujuannya untuk mengambil informasi source, receiver dan pattern dari data teapot, agar bisa diperosesing lebih lanjut.

13 Dalam flow “read_segY”

14

15 Menampilkan display data lapangan hasil pengukran seismic refleksi

16 Dalam flow “Display_Shot”

17

18 Karena di file teapot tidak memilki file geometri, sehingga kita harus membuat file geomerti dari data seg_D lapngan

19 Dalam flow “Geomt_reconts” Dua menu pertama berhubungan dengan SPS (source prosessing seismik Dua menu selanjutnya berhubungan dengan RPS (Receiver prosessing seismik Delapan menu selanjutnya berhubungan dengan XPS (Geometri/Pattern prosessing seismik menu yang menggandung istilah Match adalah menu yng berhubungan dengan operasi matematis untuk memeperoleh nilai geometri Dalam prosessing seismic a.SP== koor. Shot point ==SPS b.RCV==koor. Receiver == RPS c.Pattern (spread)= berkaitan dengan geometri = XPS

20 Dalam flow “Geomt_reconts” Pada menu SPECIFY entries, Yng diinput dalah nama geophon sumber (source), koordinat X, Y dan Elevasi

21 Dalam flow “Geomt_reconts” Pada menu SPECIFY entries, Yng diinput dalah nama geophon penerima (receiver), koordinat X, Y dan Elevasi

22 Dalam flow “Geomt_reconts”

23 Model execute, biasanya terletak disebalah kanan bawah window promax *:*:*/ *: untuk field *: untuk receiver *: untuk supergather (channel pertama) File ini di execute 2 kali, kemudian supergather diganti dengan chan (untuk mendapatkan channel terakhir) *:*:*/ untuk mengetes compilasi berjalan dengan baik maka bintang pertama diganti dengan angka 14 Disk data output Cuma isi header_raw_sp seperti input pada menu diskdata input selanjutnya

24 Dalam flow “Geomt_reconts” Data dari geomt_reconts ini sangat diperlukan untuk processing selanjunya… untuk itu data dari flow ini perlu diakses keberadanya nya kemudian (file system, app…..geomet_reconts, job) di copy ke folder share folder. Ingat kita akan melakukan proces execute sebnyak 4 kali (data sps, rps dan 2 data untuk xps). Stelah data dipindahkan ke share folder dta tersebut kemudian diedit ke exel sehinggal dipreoleh format yng dinginkan

25

26

27 Edit data processing seismic (SP) in excel

28 Lakukan hal yang sama untuk RPS dan XPS XPS RPS

29 Mengakses file geometri yang sudah dibuat dari menu geom_recont, dan disimpan dalam farmat file “formated….”

30 Dalam flow “Geomt_Sheet” Menu interaktif dimana input dan output dalam satu menu. Ditandai dengan tanda bintang (*)

31 Dalam flow “Geomt_Sheet” Klik view jika ingin menampilkan peta Klik save, kemudian exit di menu file,, ktika exit muncul error berarti file tersebut masih bermasalah Jika ingin menghapus 1 barisyang bermsalah, klik sourse, arahkan kursor ke mark blok, klik scrol, kemudian klik delet di menu edit Jika ingin menghapus bnyak baris yang bermsalah, klik sourse, arahkan kursor ke mark blok, klik shift + scrol, kemudian klik delet di menu edit

32 Dalam flow “Geomt_Sheet” Lakukan hal yang sama untuk receiver dan pattern

33 Dalam flow “Geomt_Sheet”

34 Tulis nama format, dlam kasus ini formatnya “teapot_sps_3D”

35 Dalam flow “Geomt_Sheet”

36

37 Tadi bermalah di source dan receiver... source pada kolom ffid recivernya bermasalh pada channel terakhir di geophon Jika bermasalah tengok lagi bagian geometri

38 Dalam flow “Geomt_Sheet”

39

40

41

42 Melakukan proses loading data untuk gometri dalam proses QC. Update trace header dengan data base dari informasi geometri

43 Dalam flow “Geomt_Load” Tampilan Geom_sp dibuat sebagai dataset baru seperti “raw_sp” yng berpungsi untukk menyimpan data geometri untuk proses quality control

44

45

46 QC geometri dengan LMO, asumsi kecevatan yang sama dengan first break akan idealnya akan flat (datar). Jika tidak datar berarti ada kesalahan geometri

47 Dalam flow “Geomt_QC” Angka 14 menunjukkan bahawa yng akan di tampilkan di display Cuma shot 14 (FFID), AGnka ini diganti dengan (*) jika sudah tidak ada error dalam proses execute. Artinya dispalay yang ditampilkan dari semua FFID (shoot)

48

49 Dalam flow “Geomt_QC” Untuk mengecek kecepatan. Untuk 1:1:9000 9000 adalh kecepatan yang ada padan file word teapoot nmun disini kita menggunakan 11000 krena permukaan sudah mulai rata ketika kecepatan diganti dengan 11000. 9000 11000

50 Dalam flow “Geomt_QC”

51 Analisis kecepatan (velocity analysis) merupakan proses pemilihan kecepatan gelombang seismik yang sesuai. Faktor yang mempengaruhi velocity analysis antara lain : - semblance - ministack - NMO gather

52 ran velocity manipulation dulu cuma aktifkan itu aja Dalam flow “Velan”

53 maksimum cdp dapat dilihat di database grid--- predefined—cdp fold lihat nilai x line dan inline file word teapot dome, 50, 300,50, 50, 150, 50.. untuk 3 *5 tampilan display gyn algoritma 1

54 Dalam flow “Velan” Plot algoritma 1

55 Dalam flow “Velan” algoritma 2

56 -view = vocity interval= apply=ok gather = apply NMO dyn (3*5) dari ILINE 50, XLINE 150 Plot algoritma 2

57 Dalam flow “Velan” algoritma 3

58

59 Dalam flow “Velan”

60 To be continue in “processing_promax_P2”